MAJALENGKA - Suasana hening Minggu pagi di Blok Pajaten, RT 007/RW 004, Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, mendadak pecah oleh kepulan asap hitam. Dua rumah warga, milik Endin Junaidi (41) yang berprofesi sebagai buruh tani, dan Sarta (64) seorang petani/pekebun, dilalap api sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa nahas ini diduga berawal dari korsleting listrik yang menjalar cepat di bagian atap salah satu rumah, merembet tak terkendali hingga menghanguskan bangunan.
Tak tinggal diam, petugas gabungan dari Koramil 1715/Kertajati, Polsek Kertajati, Satpol PP Kecamatan Kertajati, Damkar Kabupaten Majalengka, Tagana, perangkat Desa Bantarjati, serta masyarakat setempat segera bergerak cepat. Mereka bahu-membahu memadamkan api dan melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian, berjuang keras agar api tidak menjalar lebih luas.
"Diduga api berasal dari korsleting listrik pada bagian atap rumah. Berkat kerja sama seluruh unsur terkait dan warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB sehingga tidak merembet ke rumah lainnya, " ujar Serka Nano, Babinsa Koramil 1715/Kertajati Kodim 0617/Majalengka, saat dikonfirmasi mengenai kronologi kejadian.
Kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp200 juta. Namun, di tengah duka kehilangan harta benda, ada secercah kelegaan karena tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini. Situasi di lokasi dilaporkan berangsur kondusif setelah api berhasil dijinakkan.
Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bahaya kebakaran yang dipicu oleh instalasi listrik. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi jaringan listrik di rumah masing-masing sangat disarankan demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Mari kita jaga lingkungan kita bersama.

Majalengka